SUMBERHARJO  – Recirculating Aquaculture System (RAS) atau sistem budidaya resirkulasi merupakan sebuah metode budidaya yang memanfaatkan teknologi filtrasi air. RAS merupakan rangkaian teknologi yang diterapkan dalam sistem budidaya intensif dengan menggunakan infrastruktur yang memungkinkan pemanfaatan air secara terus menerus (resirkulasi air). Prinsip dasar RAS, yaitu memanfaatkan air media pemeliharaan secara berulang-ulang dengan mengendalikan beberapa indikator kualitas air agar tetap pada kondisi prima. Sistem tersebut dikembangkan oleh beberapa mahasiswa UGM yang tergabung dalam Tim Pelaksana PPK Ormawa KMIP UGM (AquaPower) sebagai bentuk pengabdiannya di Kalurahan Sumberharjo, tepatnya di Padukuhan Jurugan. 

Minggu, 11 Agustus 2024 pukul 16.00 WIB, Lurah Sumberharjo Kurniawan Widiyanto, S.E. meresmikan kolam budidaya ikan nila dengan metode RAS yang diusung mahasiswa UGM kepada kelompok pembudidaya ikan Padukuhan Jurugan dengan ketua Suyut Santosa. Acara diselenggarakan di rumah dukuh Radik Widyastomo dan dihadiri oleh pamong yang terdiri dari Carik Budi Raharjo, Kamituwa Sugeng Triyono, Ulu-Ulu Sigit Purnomo, mahasiswa dan anggota kelompok.

Terdapat 3 kolam yang sudah terpasang dengan filternya. Masing-masing kolam berisi 50 ekor ikan nila sebagai eksperimen yang nantinya akan dikembangkan sesuai kebutuhan. Sementara itu, pakan ikan yang dibutuhkan untuk pengoperasian kolam akan dikombinasikan antara pakan pabrikan dengan pakan berbahan dasar maggot yang bekerja sama dengan pengelola Puspa Arga Bima Padukuhan Klero. 

“Ini merupakan metode baru yang dikembangkan di Kalurahan Sumberharjo, kami siap mendukung dan mengembangkan.” kata Kurniawan Widiyanto.