SUMBERHARJO – Komoditi pangan kedelai secara nasional dipentingkan bagi masyarakat Indonesia
sebagai salah satu negeri besar di dunia yang mengkonsumsi tempe berbahan baku kedelai.
Dorongan teknologi dan pengembangan kedelai lokal dalam mendukung kemandirian dan
ketahanan pangan nasional dari Yogyakarta untuk Indonesia menjadi penting untuk
ditingkatkan secara sinergi lintas sektor.
Program Hiliristek Riset Prioritas Dorongan Teknologi Tim Peneliti Kedelai UGM Bersama KADIN DIY dan offtaker Industri CV Java Agro Prima melaksanakan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi secara nyata Saekedelai (Smart Agro Enterprise
Kedelai) dalam Gerakan Penanaman Kedelai dalam mendorong kemandirian dan produksi kedelai nasional. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Minggu 24 Mei 2026 bertempat di bulak Padukuhan Gamparan bersama Kelompok Tani Tani Makmur.
Acara dihadiri oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya, S.E., M.Si Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Aris Eko Nugroho, S.P., M.Si. KADIN, UGM, Panewu Prambanan Purwati, S.H.,M.M. dan Lurah Sumberharjo Kurniawan Widiyanto, S.E. Secara simbolis, pejabat yang hadir melaksanakan tanam kedelai. Disela – sela acara, petani melaksanakan Upacara Budaya Wiwit sebagai pertanda akan dimulainya panen padi. Wiwit merupakan perwujudan rasa syukur bahwa tanaman yang dirawat akan segera dipetik hasilnya dengan optimal.


