Wongsopati merupakan pendiri Desa Klero yang berasal dari Demak dan merupakan keturunan langsung dari Sultan Demak. Panembahan Wongso Pati wafat pada tahun 1680, beliau dimakamkan di Sasanalaya Wongso Pati Klero, Padukuhan Klero, Kalurahan Sumberharjo, kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah istimewa Yogyakarta.
Selanjutnya trah Panembahan Wongso Pati diteruskan melalui trah darah putranya, yang bernama Raden Sopati atau Tumenggung Reksopati, dia mengabdikan diri ke Kraton Mataram, dan diangkat sebagai Tumenggung Uelik sandi Mataram hingga wafatnya pada tahun 1709, di makamkan juga di Sasanalaya Panembahan Wongso Pati Klero.
Cucu dari Panembahan Wongso Pati yang bernama, Raden Suto Menggolo meneruskan jejak ayahandanya mengabdikan diri pada Kraton Mataram, hingga berkedudukan sebagai Tumenggung Prajurit Sandhi Yudha Mataram. Tumenggung Suto Menggolo wafat pada tahun 1740, dan dimakamkan juga di Sasanalaya Panembahan Wongso Pati Klero.
Makam Wongsopati ditempatkan di sisi utara pemakaman umum Padukuhan Klero. Dalam area Makam Wongsopati yang dikelilingi pagar tembok, terdapat satu lagi makam yaitu makam istri Wongsopati. Makam ini memiliki ukuran panjang 150 cm dan lebar 40 cm dengan batu nisan yang berbahan batu. Makam ini milik dan dikelola oleh warga di dusun Klero.